LLDikti Wilayah I menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengisian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTS Tahun 2026 pada 26-27 Januari 2026 di Kota Medan.

Dalam konteks Pendidikan Tinggi, latar belakang pengisian IKU saat ini merujuk pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3/M/2021. IKU menjadi alat ukur transformasi pendidikan untuk memastikan:

  • Kualitas Lulusan: Sejauh mana lulusan terserap di dunia kerja atau berwirausaha.
  • Kualitas Dosen: Mendorong dosen untuk berkegiatan di luar kampus (praktisi/industri).
  • Kualitas Kurikulum: Memastikan Pembelajaran Berbasis Proyek (Team-Based Project) yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.

Menurut narasumber Dr. M. Khahfi Zuhanda, M.Si., IKU Diktisaintek Berdampak bertujuan untuk mendorong perguruan tinggi menghasilkan kontribusi nyata dan berkelanjutan melalui penguatan talenta, riset dan inovasi, pengabdian berdaya guna, serta tata kelola berintegritas, sehingga tercipta dampak positif bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Pengisian IKU secara periodik menghasilkan data performa yang objektif. Latar belakang ini krusial agar pimpinan memiliki basis data yang kuat dalam menentukan kebijakan di masa depan, baik dalam hal alokasi anggaran, pengembangan sumber daya manusia, maupun pemberian penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) berbasis prestasi kerja.

Setelah workshop berakhir, David Chandra, M.Kom mewakili STMIK Logika berkata, “Intinya, IKU 2026 ingin memastikan perguruan tinggi di Indonesia termasuk STMIK Logika agar tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga berdampak nyata dan terukur dalam meningkatkan kualitas kehidupan bangsa Indonesia”.