Ketua STMIK Logika, Ayu Nuriana Sebayang, M.Kom menyambut baik bimtek ini dan menyampaikan, “Secara harfiah tantangan PT dalam kurikulum era industri 4.0 adalah mahasiswa sekarang masih kurang memiliki kemampuan lintas bidang sedangkan alat di industri semakin maju. Persentase matkul yang direvisi menjadi berbasis kompetensi seharusnya dilakukan setiap tahun.”

Bimtek Outcome Based Education (OBE) ini dilaksanakan oleh LLDikti Wilayah I pada tanggal 27-28 Oktober 2025 di Medan, yang menarasikan keunggulan perguruan tinggi antara lain: kelulusan sebagian besar mahasiswanya kurang dari 8 semester, kurikulum sudah berbasis OBE, dan nilai mahasiswa sudah terkoneksi ke SIAKAD.

Narasumber I adalah Prof. Zainal Arifin Hasibuan. Menurut beliau, OBE sebenarnya sudah ada sejak lama, namun dengan nama yang lain dan sekarang berganti dengan nama OBE karena adanya penyempurnaan. Jika perguruan tinggi sudah mengembangkan kurikulum OBE maka tidak perlu diubah lagi, tetapi disempurnakan dengan RPS yang dilengkapi dengan CPL dan CPMK
yang memiliki penilaian.

RPS ini harus disosialisasikan ke semua dosen agar membuat RPS berbasis OBE. Jika tidak mengerjakan maka harus menerima peringatan dengan SK Rektor/Ketua STMIK untuk dosen yang tidak memenuhi implementasi.

Narasumber II adalah Dr. Rahmat Widya Sembiring. Menurut beliau, VTMS adalah acuan untuk membuat Statuta dan mengacu pada profil perguruan tinggi, sehingga untuk membuat kurikulum harus mengacu pada profil perguruan tinggi. Kurikulum berbasis OBE harus berdasarkan Permen 39 tahun 2025.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang format RPS perguruan tinggi dan struktur penilaiannya harus berbasis OBE. Dalam RPS juga harus ada Rublik karena Rublik inilah yang akan menilai pelaksanaan kurikulum. Dan setiap RPS memiliki CPL berdasarkan profil perguruan tinggi.